Warga Palopo Digemparkan Temuan Dua Lansia Meninggal Dunia di Lokasi Berbeda

PALOPO, Kapitanews.com – Warga Kota Palopo digemparkan oleh dua peristiwa kematian yang terjadi secara beruntun dalam dua hari terakhir, yakni Minggu (19/4/2026) dan Senin (20/4/2026). Kedua kejadian tersebut melibatkan pria lanjut usia di lokasi berbeda, dengan penyebab kematian yang juga berbeda.

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Lereng Gunung, Kelurahan Rampoang, Kecamatan Bara, Minggu sore (19/4/2026) sekitar pukul 17.10 WITA. Seorang pria berinisial PH alias Pata (62) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah gudang penyimpanan barang rongsokan milik kerabatnya.

banner 336x280

Sebelum kejadian, korban diketahui sempat berbincang dengan kakak iparnya, Mardi Saleh (65), dan mengungkapkan rencana untuk kembali ke Makassar pada malam hari. Bahkan, saksi berencana mengantar korban ke Terminal Palopo.

Namun sekitar pukul 17.37 WITA, saat saksi hendak mencari korban di dalam rumah, korban sudah tidak ditemukan. Pencarian kemudian dilakukan hingga ke area samping rumah.

Saksi pun dikejutkan dengan temuan korban yang sudah tergantung di luar gudang, sekitar satu meter dari dinding rumah, dalam posisi menghadap ke utara dengan leher terlilit kabel hitam.

Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, S.Pd, menjelaskan bahwa korban diduga mengakhiri hidupnya. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan selain bekas jeratan di leher.

“Menurut keterangan saksi, korban sempat bercerita memiliki persoalan utang piutang dan pernah didatangi penagih,” ungkap AKP Marsuki.

Sempat terjadi ketegangan saat keluarga berupaya mengevakuasi korban dengan menerobos garis polisi. Korban kemudian dibawa ke RSUD Sawerigading Rampoang menggunakan ambulans, namun setibanya sekitar pukul 18.00 WITA dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter jaga.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Sehari berselang, peristiwa kedua terjadi di Jalan Pongsimpin, Kelurahan Mungkajang, Kecamatan Mungkajang, Senin malam (20/4/2026). Seorang pria lanjut usia bernama Yakobus (60) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya.

Penemuan ini pertama kali diketahui oleh seorang warga, Boymen (52), sekitar pukul 18.30 WITA saat sedang mencari ayam di sekitar rumah korban. Saat melintas, ia melihat ke dalam rumah melalui jendela dan mendapati korban terbaring di depan ruang makan.

Merasa curiga, Boymen segera memanggil warga lain, termasuk Hera (37), untuk memastikan kondisi korban. Sekitar pukul 18.35 WITA, Hera bersama warga lainnya mendatangi rumah korban dan memastikan bahwa Yakobus telah meninggal dunia.

“Setelah melihat kondisi korban, kami langsung menghubungi pihak keluarga dan warga sekitar,” ujar Hera.

Laporan kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Aparat Polsek Wara yang dipimpin Kapolsek AKP Syarief Sikati tiba di lokasi sekitar pukul 20.15 WITA, disusul Tim Inafis Polres Palopo yang melakukan olah TKP pada pukul 20.30 WITA.

Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menyimpulkan bahwa korban diduga meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

“Kami tidak menemukan adanya indikasi kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit,” jelas AKP Syarief Sikati.

Keterangan pihak keluarga mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit TBC dan gangguan jiwa yang telah lama diderita. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

Sekitar pukul 21.30 WITA, jenazah Yakobus dibawa oleh keluarga menuju Rantai Bone, Kabupaten Luwu Utara, untuk dimakamkan.

Dua peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap kondisi kesehatan fisik maupun mental, terutama bagi kelompok lanjut usia, serta perlunya dukungan keluarga dan lingkungan dalam menghadapi tekanan hidup dan penyakit yang diderita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *