Melalui Dialog Kemerdekaan, NasDem Ajak Berpolitik Berbudaya

Hayarna Hakim, mengatakan pembelajaran budaya harus dimulai dari anak usia dini dan dilanjutkan di pendidikan formal. “Anak-anak kita harus diajarkan soal budaya, yang jika dihubungkan dengan demokrasi maka mereka harus dikenalkan bagaimana cara memilih pemimpin yang sesuai dengan ajaran orang tua kita terdahulu,” ujarnya.

Caleg DPR RI Dapil Sulsel III ini mengatakan, dengan mengedepankan budaya dalam berpolitik, khususnya di Tana Luwu, akan terwujud politik yang santun dan bermartabat.

banner 336x280

“Dengan menjadikan Agama, Pancasila dan Budaya kita di Tana Luwu sebagai landasan berpolitik, In Shaa Allah, demokrasi ini kita lalui dengan baik dan mendapatkan calon pemimpin bangsa, daerah dan keterwakilan kita di parlemen dengan tepat,” serunya.

Di Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata, Tandi Raja mengatakan untuk mewujudkan pesta demokrasi yang baik bersandar pada nilai-nilai budaya Luwu, menjadi tanggung jawab semua pihak dengan menggali nilai budaya yang ada di Kabupaten Luwu.

“Kepada para pelaku pesta demokrasi, mari menggali nilai leluhur. Kalau di Luwu sudah jelas, ada lempu atau jujur, getteng tegas dan warani atau berani,” ujarnya.

Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja, melanjutkan, Budaya Luwu telah berpesan agar menciptakan politik yang damai dan bermartabat.

“Selalu tumpukan pada adat kita dan sandarkan kepada syariat agama, sehingga politik berjalan dengan baik. Khusus untuk NasDem, jangan sampai ada sengkuni dalam partai yang akan merusak apa yang telah dilakukan,” jelasnya.

Acara ditutup dengan penyerahan piagam kepada para narasumber, serta moderator selain itu juga penyerahan piagam penghargaan kepada 5 Badan Kontak Majelis Taklim yakni Desa Belopa, Paconne, Lamunre, Lamunre Tengah dan Lauwa.

Baca juga berita di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *