Sajak Satu Tanya Annida Rafnisa

Satu Tanya

di matamu yang menimbun teduh
aku belajar membuat keinginan sederhana

banner 336x280

di bibirmu yang meruah bijak
aku belajar memahami angan sederhana

di hatimu yang menampung damai
aku belajar memaknai hasrat sederhana

kembalilah aku pada saat ini
saat aksara menjelma terali-terali bisu
pun malam yang memanjangkan jangkauan ragu
bak temali lusuh terulur di biru langit
karena waktu telah memberi pengertian yang berjarak

jika aku minta tentang satu tanya,
sudahkah engkau membaca cuaca di tubuhku?

(Palopo, 6 Mei 2021)

 

Peragu

tanya itu masih tergurat di katup nurani
merupa sembab dan catatan bertinta biru
bergejolak pada dinding mataku
yang aus akan tatapan lirihmu

jika kaukata kita sebuah nada yang tak bermelodi
maka tak perlu kupanggil engkau
yang tak mau beranjak dari nadi ini

ingin aku berbisik dengan perlahan
dalam kepungan sepi yang mulai menepi
di antara langit abu-abu yang kian terbuai
menetap ragu yang kini luruh di pangkuan waktu

(Palopo, 17 Mei 2021)

 

Aku Ingin Membaca Waktu

aku ingin membaca waktu
sebelum matahari meredup
dengan derak memecah karut

aku ingin membaca waktu
melintasi serumpun bimbang
yang merepih dalam benak

aku ingin membaca waktu
menyusuri rahasia tanda bagi tanya
yang disamarkan musim

hingga waktu pun melambaikan tangan
membisikkan maklumat yang diembuskan Tuhan
jika memang tak ada yang pasti
lalu, engkau ini mengejar apa?

(Palopo, 22 Mei 2021)

 

Dalam Diam, Aku Tumbuh!

Petang memburu denyut
dikirimkannya angin sepoi
diutusnya seikat kabut
agar kita memahami

Tak ada kata pulang
aksara mati rasa
menyisakan bayang
hingga senja tutup usia

Suara degup berirama
mengoyak sukma yang merana
rindu perlahan berkelana

Dalam diam
aku tumbuh!

(Palopo, 26 Mei 2021)

 

Gulita

Beranda malam bersemi
awan retak berarak jerit
rembulan menari
di taman langit

Wajah-wajah tengadah
memelas merindu purnama
dengan segenggam asa

Menyebet tongkat pembawa rebah
meraut hening di ujung gulita
sepetak ladang gundah
tempat menahan air mata

Mengapa resah?

(Palopo, 28 Mei 2021)

 

Annida Rafnisa, lahir 13 Mei 2001 di Palopo, Luwu. Mahasiswi UNCP yang gemar bermain gitar, ukulele, biola, dll. Dapat dijumpai di Instagram dengan akun @arafns

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *