Tari Sunyi
Asap wewangian jatilan menetes
setiap ruh itu merasuki sunyi
Taksu tertanam dalam tubuhmu
Menarilah atas nama purnama
Jemarimu menatah seribu musim
di layar layar kehidupan
Dan berkata: Inilah riwayat
altar pemerajaan sunyi
Orang orang pada takjub memandang
tubuhya sendiri di atas panggung
Tatkala ruh caya bulan membungkus
tubuhnya
Sebelum suara suara gaduh di luar
panggung jadi sempurna
Diam diam kau abukan dirimu
jauh ke dalam sunyi
(Banjarbaru, 2004)
