Arsyad Indradi, (lahir di Barabai, Kalimantan Selatan, 31 Desember 1949; umur 68 tahun) adalah seniman berkebangsaan Indonesia. Selain sastra, sejak kecil dia juga sudah mengakrabi dunia seni tari. Abah Arsyad menerima sejumlah penghargaan atas prestasi seninya. Mulai mencintai sastra khususnya puisi sejak duduk di bangku SMP (1967). Kegemarannya akan dunia sastra semakin meningkat saat ia melanjutkan pendidikan di PGSLP Banjarmasin (1973). Saat ia menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, ia mulai menulis puisi. Puisi-puisinya banyak diterbitkan di berbagai media massa. Meskipun sudah pensiun dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan dinas pendidikan, Arsyad masih tetap produktif menulis karya sastra, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Banjar. Di luar dunia sastra, tercatat pernah bergabung di Lesbumi Banjarmasin, aktif di Sanggar Budaya Kalimantan Selatan, mendirikan Teater Banjarmasin yang khusus menggeluti teater tradisional Mamanda. Ia juga pernah ia diundang Majelis Bandaraya Melaka Bersejarah pada acara Pesta Gendang Nusantara 7 Malaysia (2004). Tahun 2004, bersama 15 seniman Banjarmasin, ia juga pernah dijebloskan ke penjara dan dikenai tahanan luar 3 bulan karena mengadakan Aksi Solidaritas turun ke jalan menyuarakan hati nurani karena ketidakpastian hukum di Indonesia.
