Sajak-Sajak Zikir, Arsyad Indradi

Puisi

 

 

Kaukah

Kucari apa yang mesti kucari
berlampar kesunyian malam diam diam
mengembuskan bisik bisik tingkah angin
Katakan padaku siapa yang mengusik
seiris bulan lagi asyik becermin di tengah kolam
Kaukah
Terasa ada tajam jarum melati menisik nisik risauku
Kusingkap tatapan mataku jadi seribu sayap
menyusur ke mana ombak masuk ke dalam gumam bibirku
Kaukah
Katakan padaku siapa bermaskumambang sayup sayup
di seberang sana

Jahit baju carik sabuncu
Ngangal napas kaki balancat
Sakit badan terasa ngilu
Sangkal di hati tidak badapat

Lalu
Ke mana waswas menyimpan riak dalam diriku
Ke mana ayun bibir kalau bayang hilang bagasut
Bayang yang hilang bagasut
Disangka punai terbang hinggap
Terbayang diri lama taungut
Marista badan di malam gelap

Kaukah
Mengunci langkahku ketika aku membuka ingatan
Semalam malaman menatap mukaku
di permukaan kolam timbul tenggelam
atau katakan padaku
langitkah mengenakan kemban
mengenakan apa yang kau sembunyikan di dasar kolam

Kaukah
Rintihku mengiris tujuh iris tatapan
mengiris tujuh iris bulan se iris
Kolam masih juga menghampar tujuh kesunyian
menghampar kur sumangat
Kaukah

(Banjarbaru, 2005)